Senin, 21 November 2011

YA RABBI


Demi kebenaran hikmah-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku

Sehingga dengan cahayanya telah aku kokohkan bukti dalilku

Andaikata Engkau pilih hamba-Mu ini dengan bantaun dari keridlaan-Mu

Maka kokohkanlah sehingga ia menguatkan keimananku

Sungguh akan kubela kebenaran ini sampai aku bisa

Menyerang para pemimpin mereka dengan tusukan-tusukanku

Dan akan kutelanjangi mereka selama umur hidup ini

Dan akan kugilas mereka semua dengan lisanku ini

Allah telah menjadikanku sebagai petaka bagi kalian

Dan Dia telah membiarkanku untuk membongkar kedok kalian semua

Aku di tenggorokan kalian adalah duri yang menghujam

Yang mana kesamaran tempatku telah memusingkan kalian

Aku adalah pembingung kalian, pemusing kalian dan penyakit bagi kalian

Aku adalah racun bagi kalian di di mana saja kalian berada

Aku adalah buah manis bagi kekasih dan buah pahit bagi semua musuh

Aku adalah duri di dalam tenggorokan orang yang memusuhiku

Matilah kalian dengan kegeraman dan matilah kalian dengan penyesalan

Serta kemarahan terhadapku dan gigitlah semua jari kalian

Allah telah jadikanku sebagai tongkat Musa untuk binasakan kalian

Sampai ularku membabat semua kepalsuan kalian

Dengan dalil-dalil Al Qur’an aku gugurkan sihir kalian

Dan dengannya aku goncangkan setiap orang yang aku temui

Al Qur’an adalah sandaranku, perisaiku dan penyelamatku

Dari tipu daya setiap orang munafiq lagi pengkhianat

Para Qurra kalian telah menyerupai para fuqaha kalian

Dua kelompok yang maksiat kepada Yang Maha Penyayang

Mereka berdatangan (kepada para thaghut dan pintu mereka)

Layaknya anjing yang menghampiri daging bangkai yang busuk

(Mereka telah membai’at Alu Su’ud dan pemerintahannya)

(Dan mereka telah berguguran di dalam fitnah penguasa)

(Mereka telah pentingkan dunia mereka daripada agamanya)

Sedangkan tidak ada kebaikan bagi dunia tanpa agama

Aku telah hadir untuk perang tanding melawan kibar (masyayikh mereka)

Maka aku palingkan dari mereka setiap orang yang melawanku

Aku balikkan semua hujjah mereka dan aku cerai beraikan

Maku aku dapatkannya sebagai ucapan yang tidak berdalil

Allah telah menolongku dan mengokohkan hujjahku

Dan Allah telah selamatkanku dari segala syubhat mereka

Aku telah berpegang dengan tali ajaran Muhammad

Dan aku pegang erat dengan sekuat tenagaku

Syari’at dan Al Qur’an adalah bekal terbesarku

Keduanya adalah pedang untuk memotong hujjah kalian

Sebagai beban di atas badan dan kepala kalian

Keduanya adalah batu untuk memecahkan kepala kalian

Demi Allah, aku telah teliti kalian, maka ternyata aku dapatkan kalian ini

Adalah keledai tanpa kedali dan tanpa ikatan

Aku telah hadirirkan kalian, aku kumpulkan kalian dan aku datangi kalian

Serta aku pecahkan kalian dengan pecahan yang tidak bisa ditambal

Sungguh aku maksudkan kalian semua dengan (Kawasyif/pembongkaran)

Yang merobek tirai kalian yang menutupi negeri

Ia (bagi para polisi) adalah sebagai tongkat Umar

Yang meninggalkan kepala mereka tanpa telinga

Ia di atas kepala (orang-orang zalim) adalah Syaqiqah

Yang memukul kening karena keberaniannya yang tinggi

Ia di hati para thaghut dan aparatnya adalah

Tumpahan panas dan ia adalah bagaikan duri bagi badan itu

Demi Allah yang telah menutup kerasulan dan petunjuk

Dengan Muhammad yang mana terperangah dengannya manusia yang sesat

Sungguh akan kuputuskan kehormatan kalian dengan balincongku ini

Selagi nyawa masih menyertai badanku ini

Aku kan hina kalian dan aku kan telanjangi barisan kalian

Sampai kain kafanku menutupi jasadku ini

Akan kurobek tirai-tirai kalian dengan lisanku ini

Hingga aku sampaikan kepada orang yang jauh dan yang dekat

Akan ku hina yunior kalian dan para senior kalian

Dan apiku akan membara membakari hati kalian

Aku kan tuliskan ke semua negeri prihal celaan bagi kalian

Sehingga ia berjalan terus bersama para pengembara

Sungguh aku benci kepada kalian dan benci kepada barisan kalian

Dengan kebancian yang tidak bisa digantikan

Andai aku ini buta kedua mata tentu aku sangat senang

Agar badanku tidak melihat badan kalian

Aku tidak menabung amalan yang shalih untuk Rabb-ku

Selain dengan kebencianku terhadap kalian Dia telah meridlaiku

Sabtu, 19 November 2011

AS tuh Sudah Bangkrut, Ngapain "ngemis" kepada AS?

Perekonomian Amerika Sudah Ambruk, Tak Perlu Mengemis Pada Amerika!

JAKARTA (voa-islam.com) – Kedatangan Obama yang kedua ke Indonesia, dinilai tak ada manfaatnya bagi peningkatan ekonomi bangsa Indonesia, karena perekonomian Amerika sudah Ambruk. Justru kedatangan Obama hanya untuk menolong ekonomi Amerika sendiri.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al-Khaththath menilai bahwa kedekatan hubungan dengan Amerika tidak ada manfaatnya bagi Indonesia apalagi di bidang ekonomi.

“Obama itu datang bukan untuk menguatkan ekonomi, karena ekonominya sendiri saja sudah ambruk. Jadi, sebenarnya dia datang ke sini justru untuk menolong dirinya sendiri, dengan terus membodohi pemerintah Indonesia yang secara sukarela menyerahkan harta kekayaan rakyat kepada Obama,” ujarnya kepada voa-islam.com. “Ini tentunya sebuah pengkhianatan dan rakyat tidak boleh diam!” tandasnya.

Senada itu, Koordinator Masyarakat Pecinta Syari’ah (MPS), Ustadz Nanang Prayudyanto menegaskan bahwa Amerika sudah bangkrut dan tinggal menunggu waktu kehancuran. “Obama sudah Collapse $ 3 triliun di Irak dan Afghanistan. Jadi mereka sekarang sudah bangkrut, tinggal menunggu waktu saja,” jelasnya.

Untuk menutupi kebangkrutannya itu, papar Ustadz Nanang, Obama berusaha memeras kekayaan Indonesia. “Mereka akan memeras Indonesia dengan Freeport, sementara di Freeport sekarang sedang ada kasus bahkan akan failed alias gagal. Kalau mereka gagal lagi mengatasi gejolak buruh di Freeport mereka akan collapse,” terangnya.

Karenanya, tambahnya, kalau mau hidup sejahtera dan jaya bangsa Indonesia jangan mengemis kepada Amerika. Meminta bantuan kepada Amerika adalah tindakan yang tidak logis, karena hakikatnya Indonesia jauh lebih kaya daripada Amerika. “Kita tidak perlu mengemis kepada Amerika karena hakikatnya kita lebih kaya ketimbang Amerika. Itu sudah sunnatullah kepada mereka, kita tidak usah mengemis kepada mereka, kita lebih kaya dari mereka, buang mereka dan tolak mereka mentah-mentah!” pungkasnya. [taz, ahmed widad]

RA KARTINI MEOLAK MASUK KRISTEN DAN MENENTANG POLITIK KRISTENISASI (LIBERALISM)!

MENARIK apa yang ditulis sejarawan Muslim Indonesia Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah tentang penolakan Raden Ajeng (RA) Kartini terhadap politik Kristenisasi di Tanah Jawa. Tak banyak buku sejarah yang mengungkap hal ini. Boleh jadi, pihak Barat dan kaum sekuler sengaja menutup-nutupi fakta sejarah ini. Setidaknya ini membuka ca krawala baru bagi penikmat sejarah.

Siapa nyana, RA Kartini pernah menolak ajakan sahabat penanya Ny. Van Kol -- asal Belanda itu -- untuk memeluk agama Kristen. Bagi Kartini, beragama Kristen sangat merendahkan derajatnya. Ini, bukti, Kartini memiliki ketauhidan (Islam) yang sangat kokoh, ketika itu.

Dari surat-suratnya yang dikenal dengan Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis tot Licht), ternyata RA Kartini tidak hanya menentang adat, tetapi juga menentang politik Kristenisasi dan Westernisasi. Dari surat-surat RA Kartini terbaca tentang nilai Islam dimata rakyat terjajah saat itu. Islam dalam pandangan Kartini adalah martabat peradaban bangsa Indonesia. Sebaliknya, Kristen dinilai merendahkan derajat bangsa, karena para gerejawannya memihak kepada politik imperialisme dan kapitalisme.

Ketika Ny. Van Kol mengajaknya untuk masuk agama Kristen, Kartini menolaknya, seraya mengatakan, “Yakinlah Nyonya, kami akan tetap memeluk agama kami yang sekarang ini (Islam).” Selanjutnya, Kartini berbalik mengingatkan Ny. Van Kol agar Barat dapat bertoleransi terhadap agama Islam.

Suratnya kepada E.C Abendanon dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini juga mengingatkan: “Zending Protestan jangan bekerja dengan mengibarkan panji-panji agama. Jangan mengajak orang Islam memeluk agama Nasrani. Hal ini akan membuat Zending memandang penduduk Islam sebagai musuhnya. Dampaknya, semua agama akan menjauhi Zending.”

Mengapa demikian? RA Kartini menjelaskan, “Orang Islam umumnya memandang rendah kepada orang yang tadinya seagama dengan dia, lalu melepaskan keyakinannya sendiri memeluk agama lain.”

Kartini mengatakan,”Karena yang dipeluknya agama orang Belanda, sangka dia sama tinggi derajatnya dengan orang-orang Belanda.” Yang menarik, Kartini memberi petunjuk kepada Zending Protestan, agar Zending mengajarkan ketauhidan seperti yang telah melekat pada keimanan Islami di hati bangsa Indonesia. “Janganlah menasranikan orang,” kata Kartini 31 Januari 1903 M.

Kekaguman pada Al-Qur’an

Sikap Kartini yang istiqamah, nampak setelah ia membaca Tafsir Al-Qur’an. Kekagumannya terhadap nilai ajaran Al-Qur’an dituturkan kepada E.C Abendanon: “Alangkah bebalnya, bodohnya kami, kami tiada melihat, tiada tahu, bahwa sepanjang hidup ada gunung kekayaan di samping kami”.(15 Agustus 1902).

RA Kartini menilai Al-Qur’an sebagai gunung kekayaan yang telah lama ada disampingnya. Akibat pendidikan Barat, Al-Qur’an menjadi terlupakan. Namun, setelah Tafsir Al-Qur’an dibacanya, Kartini melihat Al-Qur’an sebagai gunung keagungan hakikat kehidupan.

RA Kartini dengan surat-suratnya memberikan gambaran, bahwa agama Kristen atau Katolik tidak mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan Agama Protestan sebagai agama penjajah Belanda. Demikian pula Katolik dikembangkan oleh penjajah Portugis, sebelum penjajah Protestan Belanda.

“Jika demikian faktar sejarah yang sebenarnya, timbul pertanyaan, apakah benar teks dalam Diorama Monumen Nasional, Katolik dan Protestan sebagai pemersatu bangsa?” tanya Ahmad Mansur Suryanegara, sejarawan Muslim asal Bandung itu.

Ahmad Mansur sangat menyayangkan jika umat Islam di Indonesia belum menggali sejarah bangsanya sendiri, terutama ulamanya. Kata Mansur, Ulama hanya mampu membaca abunya sejarah, tetapi tidak dapat menangkap apinya sejarah. Para ulama selalu disibukkan oleh masalah fiqhiyah, sehingga membiarkan masalah distorsi penulisan sejarah di sekitarnya tak terjawab.

Akibatnya, pemerintah kolonial Belanda lah yang mengadakan pemugaran dan penulisan sejarah Indonesia dengan penyimpangan-penyimpangannya. Termasuk mengagung-agungkan kisah masa jaya dan keemasan Hindu dan Buddha. Bahkan kolonial Barat berusaha memadamkan cahaya Islam melalui penulisan sejarah yang sengaja digelapkan.

“Melalui interpretasi sejarah, pemerintah Kolonial Belanda mencoba membentuk opini public bangsa Indonesia agar berpendapat bahwa Islam sebagai agama asing dari Arab, dan kedatangan Islam dianggap merugikan bangsa Indonesia. Sebuah penulisan sejarah yang keliru besar,” kata Mansur.

Menurut Mansur, RA Kartini benar-benar memperjuangkan anak bangsa agar memperoleh kesempatan pendidikan, sekalipun bukan dari suku Jawa. Lagi pula RA Kartini bukan dari kalangan Kejawen. Kebangkitan juangnua sangat dipengaruhi oleh ajaran Al-Qur’an. Lingkungan kehidupan Kabupaten Jepara merupakan medan persemaian tumbuh kembangnya ajaran Islam di kalangan Bupati yang berpikiran maju sejalan dengan gerakan kaum muda.

Terlepas dari kritikan yang menyebut alam pemikiran Kartini sangat bercorak Theosofi, sebuah organisasi kebatinan Yahudi yang keberadaannya sempat dilarang oleh pemerintah RI. Setidaknya apa yang diungkap sejarawan Muslim Ahmad Mansur Suryanegara adalah sisi lain sosok Kartini yang tak banyak diungkap sejarawan lain, bahwa ia pernah menolak ajakan Ny. Van Kol untuk masuk agama Kristen dan menentang politik Kristenisasi dan westernisasi di negeri ini. Wallohu’alam bisshowab. (sumber: voa-Islam)

Selasa, 15 November 2011

Gerakan REVOLUSI KAUM MUSLIM untuk INDONESIAKU



PERGERAKAN KAUM MUSLIM INDONESIA MELAWAN PENJAJAHAN MODERN! YANG BERNAMA KAPITALISME, SEKULERISME, LIBERALISME DAN DEMOKRASI ATAS NAMA HAM! TEGAKKAN SISTEM ISLAM, DEMI KEHORMATAN DAN KEMULIAAN ANAK CUCU KITA NANTI! INSHA ALLAH.
Keterangan
Organisasi RKMI (gerakan REVOLUSI KAUM MUSLIM untuk INDONESIAKU)
Didirikan pada tgl. 11 November 2011 di Bogor.
Pendiri : Anton Aribowo (Abdul Wahab).
CLICK HERE!

"TUMBANGKAN SISTEM KUFUR KAPITALISME, SEKULERISME,LIBERALISME DAN SEJENISNYA. TEGAKKAN SYARIAT ISLAM DI INDONESIAKU!"

Berjuang dengan segenap harta, jiwa dan raga untuk menggeser dan menumbangkan sistem Kapitalisme di Negeri Indonesiaku tercinta ini dan menggantikannya dengan sistem negara yang berlandaskan sistem Islam.

BAGI KAMI, TAK SUDI NEGARA YANG MEMILIKI UMMAT MUSLIM TERBESAR DIMUKA BUMI, AKAN TETAPI DIKENDALIKAN DENGAN SISTEM PEMERINTAHAN YANG KUFUR!!!

Allah Swt. telah mewajibkan kaum Muslim untuk menyerukan dan menerapkan syariat Islam secara total. Sebab, Islam adalah sistem kehidupan yang berasal dari Allah Swt, diturunkan untuk seluruh manusia. Tanpa mengenal batas wilayah apalagi kondisi zaman. Hanya dengan Islam, manusia mendapatkan ridhai-Nya. Lihat (QS al-Maidah [5]: 3 dan 48).

SIAPA SAJA YANG MNGAKU AGAMA ISLAM APAPUN LATAR BELAKANG KEHIDUPANNYA, APABILA TIDAK PERDULI DENGAN SYARIAT ISLAM UNTUK DITERAPKAN DI NEGERI TERCINTA INI, MAKA KAMI 'MENDUGA' BAHWA DIA SUDAH TERCUCI DENGAN PROPAGANDA KAUM KUFAR YAKNI TERRORISME DAN ISLAMOPHOBIA DENGAN BERDALIH SEGALA ALASAN.

"(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada hukum Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar." (QS.4:13)

"(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum kehidupanmu) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya." (QS. 65:11)

"..dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara manusia menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (QS.5:49)